KOTA BEKASI – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, Pemerintah Kota Bekasi mulai menggalang kerja sama dengan pelaku industri, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), untuk meningkatkan kesiapan sektor pariwisata.
Upaya ini ditujukan agar Kota Bekasi tidak hanya siap dari sisi infrastruktur dan layanan, tetapi juga memiliki karakter pariwisata yang kuat saat menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Jawa Barat tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik, menilai momentum Porprov harus dibarengi dengan penguatan identitas daerah, sehingga wisatawan tidak sekadar berkunjung, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya Bekasi.
“Kita berharap ketika ada wisatawan nanti datang, mereka bukan cuma datang tapi sekaligus tahu ada apa sih di Bekasi itu,” ujar Adelia dikutip Sabtu (22/11).
Ia menilai bahwa Bekasi bukan hanya sebagai kota penyangga Jakarta, namun melainkan sebagai kota yang mempunyai nilai budaya dan kaya dengan unsur sejarah di dalamnya.
“Bukan cuma sekadar kota penyangga, tapi sebagai kota yang memang punya budaya dan punya sejarahnya sendiri,” ucapnya.
Adelia memaparkan bahwa Bekasi memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari situs-situs bersejarah hingga keunikan bahasa yang belum banyak dikenal masyarakat luas, sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisatawan.
Lebih lanjut, sinergi dan komunikasi lintas pihak rencananya akan mulai diintensifkan setelah Desember 2025, sebagai kunci untuk mencapai target kunjungan wisatawan. (ADV)



















